ranselkuro - Setiba di Kota Balikpapan, seorang kawan mengajak saya ke kebun sayur.
Mendengarnya saya langsung berkomentar “Ngapain ke kebun sayur? Mau belanja
Sayur kah?”.
Teman saya
tersenyum,“Dah ikut aja!” jawabnya.
Mendengar kata
Kebun Sayur siapa pun yang baru pertama kali datang ke kota Balikpapan pasti
akan berpikiran seperti saya, yakni sebuah tempat yang menjual sayur-mayur dan aneka buah
layaknya pasar.
Namun setelah
berkendara selama satu jam dari Bandara Sepinggan, sampailah saya di Pasar
Inpres Kebun Sayur. Ketika memasukinya, saya tidak menjumpai penjual sayuran
melainkan deretan toko-toko yang menjual aneka aksesoris dari manik-manik dan
batu permata khas Kalimantan.
Ya, di Pasar
Kebun Sayur saya mendapati beragam perhiasan atau asesoris khas Dayak yang
terbuat dari batu-batu, baik itu dalam bentuk gelang, kalung, cincin, bros,
maupun asesoris lainnya.
Saya pun
dengan mudah menjumpai souvenir khas Kalimantan lainnya, seperti kain tenun dan
sarung khas Balikpapan, serta souvenir lainnya yang terbuat dari untaian
batu-batu kecil (manik-manik) warna-warni, yang dijalin dan disambungkan dengan
benang dan dijadikan tas, dompet, tempat tisue, tempat pensil, maupun
perlengkapan lainnya sungguh sangat menarik.
Tak
ketinggalan, banyak pula kerajinan tangan khas Suku Dayak, seperti mandau, baju
adat dayak, topi dayak yang terbuat dari untaian manik, miniatur rumah Dayak,
gelang akar, kopiah yang terbuat dari akar, serta beragam batu mulia. Batu
mulia yang dijual terdiri dari beragam jenis, seperti batu kecubung, batu akik,
zamrud, safir, delima, hingga berlian.
Batu mulia
tersebut dijual dalam berbagai bentuk perhiasan maupun masih dalam bentuk
mentah (belum dijadikan bentuk perhiasan). Harganya bervariasi, tergantung
kualitasnya, mulai yang berharga hanya puluhan ribu rupiah hingga puluhan juta
rupiah.
Bagi Anda yang
gemar dengan batu-batu permata di sinilah pusatnya. Masing-masing toko
menawarkan harga yang berbeda, namun ketika saya menawarnya ternyata harga
patokan semua toko sama. Hanya bisa turun sekitar 25 persen saja.
Toko-toko di
pasar ini masih tampak sederhana, namun omset penjualan di pasar ini sangat
luar biasa. Per hari menurut salah satu pemilik toko yang tidak mau menyebutkan
namanya mencapai ratusan juta, bahkan saat musim liburan bisa mencapai
miliaran.
Meski pasar, saya tidak merasa sumpek saat berkeliling di sini, karena
jarak deretan toko satu dengan lainnya berjauhan. Sehingga pengunjung tidak
perlu berdesak- desakan. Saya pun leluasa untuk melakukan tawar menawar harga,
karena pemilik toko rata-rata sangat ramah.
Nah lengkap sudah rasanya. Puas belanja, saatnya
pulang. Bagi Anda yang datang ke kota Balikpapan, belum lengkap jika belum
mengunjungi Pasar Inpres Kebun Sayur. Mengunjungi Pasar Inpres Kebun sayur
menjadi hal yang wajib jika Anda datang ke kota Minyak ini. Selamat Berkunjung!
(***ranselkuro)

No comments:
Post a Comment