best traveling place

Monday, December 28, 2015

Pasar Inpres Kebun Sayur (Balikpapan - Kaltim)



ranselkuro - Setiba di Kota Balikpapan, seorang kawan mengajak saya ke kebun sayur. Mendengarnya saya langsung berkomentar “Ngapain ke kebun sayur? Mau belanja Sayur kah?”.
Teman saya tersenyum,“Dah ikut aja!” jawabnya.
Mendengar kata Kebun Sayur siapa pun yang baru pertama kali datang ke kota Balikpapan pasti akan berpikiran seperti saya, yakni sebuah tempat yang menjual sayur-mayur dan aneka buah layaknya pasar.
Namun setelah berkendara selama satu jam dari Bandara Sepinggan, sampailah saya di Pasar Inpres Kebun Sayur. Ketika memasukinya, saya tidak menjumpai penjual sayuran melainkan deretan toko-toko yang menjual aneka aksesoris dari manik-manik dan batu permata khas Kalimantan.
Ya, di Pasar Kebun Sayur saya mendapati beragam perhiasan atau asesoris khas Dayak yang terbuat dari batu-batu, baik itu dalam bentuk gelang, kalung, cincin, bros, maupun asesoris lainnya.
Saya pun dengan mudah menjumpai souvenir khas Kalimantan lainnya, seperti kain tenun dan sarung khas Balikpapan, serta souvenir lainnya yang terbuat dari untaian batu-batu kecil (manik-manik) warna-warni, yang dijalin dan disambungkan dengan benang dan dijadikan tas, dompet, tempat tisue, tempat pensil, maupun perlengkapan lainnya sungguh sangat menarik.
Tak ketinggalan, banyak pula kerajinan tangan khas Suku Dayak, seperti mandau, baju adat dayak, topi dayak yang terbuat dari untaian manik, miniatur rumah Dayak, gelang akar, kopiah yang terbuat dari akar, serta beragam batu mulia. Batu mulia yang dijual terdiri dari beragam jenis, seperti batu kecubung, batu akik, zamrud, safir, delima, hingga berlian.
Batu mulia tersebut dijual dalam berbagai bentuk perhiasan maupun masih dalam bentuk mentah (belum dijadikan bentuk perhiasan). Harganya bervariasi, tergantung kualitasnya, mulai yang berharga hanya puluhan ribu rupiah hingga puluhan juta rupiah.
Bagi Anda yang gemar dengan batu-batu permata di sinilah pusatnya. Masing-masing toko menawarkan harga yang berbeda, namun ketika saya menawarnya ternyata harga patokan semua toko sama. Hanya bisa turun sekitar 25 persen saja.
Toko-toko di pasar ini masih tampak sederhana, namun omset penjualan di pasar ini sangat luar biasa. Per hari menurut salah satu pemilik toko yang tidak mau menyebutkan namanya mencapai ratusan juta, bahkan saat musim liburan bisa mencapai miliaran.
Meski pasar, saya tidak merasa sumpek saat berkeliling di sini, karena jarak deretan toko satu dengan lainnya berjauhan. Sehingga pengunjung tidak perlu berdesak- desakan. Saya pun leluasa untuk melakukan tawar menawar harga, karena pemilik toko rata-rata sangat ramah.
Nah lengkap sudah rasanya. Puas belanja, saatnya pulang. Bagi Anda yang datang ke kota Balikpapan, belum lengkap jika belum mengunjungi Pasar Inpres Kebun Sayur. Mengunjungi Pasar Inpres Kebun sayur menjadi hal yang wajib jika Anda datang ke kota Minyak ini. Selamat Berkunjung! (***ranselkuro)

Wednesday, October 21, 2015

Lalampa Bakar (Toboli / Parigi - Sulawesi Tengah)


ranselkuro - Menu yang satu ini boleh di bilang unik dari bentuknya saja sudah mengundang selera untuk dinikmati, yah benar! sajian makanan ini orang Palu biasa menyebutnya Lalampa atau biasanya di kenal dengan Lemper, Bahan utama yakni beras ketan putih yang di masak dengan menggunakan campuran Santan kelapa dengan campuran atau isi abon ikan segar ditengahnya yang dibungkus dengan menggunakan daun pisang yang masih hijau.

Makanan yang satu ini membuat siapa  saja yang menyantapnya akan membuat ketagihan, rasanya yang gurih dengan aromanya yang khas karena dalam proses pembuatannya Lalampa yang sudah matang ini di Bakar lagi dengan menggunakan Arang tempurung kelapa sehingga membuat aroma dan rasanya berbeda dengan sajian sejenis yang ada di daerah lain.

Untuk dapat mencicipi makanan yang satu ini anda harus menempuh perjalanan yang lumayan jauh sekitar kurang lebih 2 - 3 jam dari Kota Palu dengan menggunakan kendaraan roda empat  karena Letaknya berada di Toboli Kabupaten Parigi Moutong Propinsi Sulawesi tengah (***ranselkuro)

Uta kelor / Sayur kelor khas Kaili


ranselkuro - Uta Kelo/sayur kelor adalah sayur khas tanah kaili (palu - sulawesi tengah), sesuai namanya sayur ini dibuat dari bahan utama daun kelor (moringa sp) dimasak santan dengan beberapa bahan tambahan lainnya (pisang gepok mentah, jantung pisang, udang kering) serta dibumbuhi sesuai selera. kota palu sangat identik dengan sayuran ini, sayur yang sangat merakyat di kota palu dan sekitarnya; narasa uta kelo ante duo sole, silahkan mencobanya dengan hidangan Nasi Jagung (talebe) dan ikan bakar, hmmmm narasaa lehh! (***ranselkuro)

Kaledo - Makanan khas donggala


ranselkuro - Jangan mengaku pernah menginjakkan kaki di Sulawesi Tengah, khususnya Kota Palu, jika Anda belum mencicipi kaledo. Masakan khas Sulawesi Tengah ini termasuk jenis masakan berkuah bening agak kekuning-kuningan dengan rasa yang sangat khas, yakni asem gurih dan pedas. Pada awalnya, masakan ini hanya berbahan baku tulang kaki sapi dengan sedikit dagingnya. Namun, karena penjual kaledo semakin banyak, sehingga tulang kaki sapi semakin sulit didapatkan. Untuk menggantikan tulang kaki tersebut, maka tulang belakang sapi pun disertakan sebagai tambahan bahan utama, upppss jangan lupa sediakan sedotan untuk mendapatkan sum-sum dari tulang kaki sapi yang begitu lezaaat srruuuppppp hmmmmmm maknyuuuss... ^_^ (***ranselkuro)

Pusat Laut / Pusentasi (Donggala - Sulawesi Tengah)


ranselkuro - Donggala seakan tak pernah habis menawarkan tawaran pelesiran menyenangkan, tanjung karang, pantai khayalan salubomba, pulau pasoso, masih ada pusat laut, sebuah kawasan wisata di bagian banawa tengah, 12 kilometer arah selatan kota Donggala, akses menuju lokasi ini bisa dicapai dari Desa Limboro, Ibukota Kecamatan Banawa Tengah.

Pusat laut dalam bahasa lokal setempat pusentasi, lebih merupakan sebuah sumur alami berukuran raksasa, berisi air asin, tepat di bibir pantai, sumur berdiameter kurang lebih 3 meter ini oleh warga setempat dinamai pusat laut, entah karena model sumur yang menyerupai pusat, mungkin pula karena cerita bahwa dahulunya, apapun yang jatuh kedalam lubang ini, akan ditemukan disebuah pulau pasir (pasi bai) di lepas pantai , keunikan lainnya air dalam sumur ini akan pasang bila air laut surut demikian pula sebaliknya, airnya pun tak pernah keruh meskipun banyak yang berenang di dalamnya, tak ada satu cerita pasti asal usul penamaan ini.

Sepanjang pantai di kawasan ini terhampar pasir putih berkilauan, serta air laut kehijauan, sungguh sebuah panorama pantai yang menakjubkan yang akan memanjakan mata kita, akan membuat siapapun yang mengunjungi tempat ini tak tahan untuk segera menceburkan diri ke dalam kehangatan air laut, atau sekedar merebahkan diri diatas pasir putih hangat.

Di lokasi ini, tersedia beberapa cottage, tarifnya sangat terjangkau bagi anda yang memiliki dana liburan tak seberapa namun ingin beberapa hari menikmati suasana pantai yang asri, lokasi yang cukup jauh dari permukiman warga membuat anda sebaiknya menyiapkan segala perlengkapan dan kebutuhan selama berwisata ria di tempat ini.

Sebagian besar pengunjung berpendapat, kelebihan pusat laut memang pada kesan alami dan ketenangan suasana sekitarnya, ini yang membuat pusat laut sangat tepat menjadi tempat mengisi liburan atau beristirahat dari aktifitas keseharian kita. (***ranselkuro)

Puncak Matantimali (Sigi - Sulawesi Tengah)


ranselkuroSuka dengan olahraga petualangan khususnya olahraga dirgantara paralayang, Matantimali adalah pilihan yang tepat untuk menyalurkan hobby anda karena lokasi ini adalah salah satu lokasi paralayang terbaik yang ada di dunia.

Lokasi yang digunakan untuk beberapa event paralayang ini terletak di desa matantimali Kabupaten Sigi Propinsi Sulawesi Tengah

Lokasi take off dilakukan dari sebuah bukit yang menghadap ke laut ke arah timur (tenggara), Pada ketinggian 1100 meter di atas permukaan laut. Meski kondisinya sedikit berbatu dan sempit tetapi terletak di ujung lereng yang sangat terjal memberikan banyak keuntungan  bagi para pecinta olahraga ini

Untuk menuju ke Matantimali dari Kota palu kurang lebih 30 menit kearah barat daya sepanjang perjalanan menuju lokasi ini anda akan disuguhkan Panorama alam pegunungan Gawalise dan hamparan lembah palu nan begitu indah mempesona. (***ranselkuro)


Tuesday, October 20, 2015

Pantai Tanjung Karang (Donggala - Sulawesi Tengah)


ranselkuroKota Donggala, Sulawesi Tengah menyajikan banyak tawaran pelesiran. Salah satunya menonton para penenun Buya Sabe,atau sarung Donggala. Lalu, menikmati pasir putih Tanjung Karang dan menyicipi Kaledo, makanan khasnya. Hari ini, kita akan menuju Tanjung Karang. Menikmati indah pantai pasir putihnya, atau terumbu karangnya.
Mata kita langsung tertumbuk pada pasir putih yang menghiasi bibir pantainya. Dari atas jalanan di bukit Donggala, terlihat jelas hamparannya, juga kumpulan kapal niaga dan perahu nelayan di Pelabuhan Donggala.
Indah dan luar biasa! Itu ungkapan yang tepat untuk menggambarkannya.
Agus, salah seorang petugas di pintu masuk Tanjung Karang, mencatat setiap hari libur, sedikitnya 200 kendaraan roda empat dan dua masuk-keluar di objek wisata Tanjung Karang ini. Bahkan angka ini meningkat pesat setelah Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mencanangkan lima hari kerja sejak pertengahan April 2007 lalu.Untuk setiap pengunjung dikenai biaya hanya Rp 1000.
Untuk memberikan pelayanan bagi para wisatawan, yang umumnya wisatawan keluarga, penduduk setempat membangun dan menyewakan puluhan penginapan sederhana, yang terbuat dari kayu dan beratap rumbia.
Tarifnya relatif murah, antara Rp 100 ribu hingga Rp 300 ribu semalam untuk masing-masing cottage yang memiliki satu kamar tidur, satu ruang terbuka sebagai teras, dan satu kamar mandi. Tarif ini tidak termasuk makan dan minum.
Nah, jika ingin bersnorkeling, cukup merogoh kocek Rp 10 ribu. Snorkel bisa kita sewa pula pada penduduk setempat. Harga itu tidak dipatok per jam, tapi per hari. Murah, bukan?!
Jika ingin menyelam kita bisa menyewa scuba diving milik Prince John Dive Resort. Biayanya € 26. Itu sekitar dengan Rp 338 ribu. Pengelolanya memang memakai kurs Euro, karena wisatawannya rata-rata dari Eropa.
Kalau kemahalan cukup snorkeling saja. Tuwo, perempuan penduduk lokal berusia 40 tahun menyewakan snorkelnya Rp 10 ribu per hari.
Mau snorkeling? Yuk! Wow, ternyata memang luar biasa indah. Hanya selangkah dari bibir pantai dan masih dari atas permukaan kita sudah dapat menikmati indahnya terumbu karang dan ikan hias yang menari-nari di atas dan di sela-sela karang
Jadi tunggu apa lagi ayo segera ajak keluarga anda berwisata ke pantai tanjung karang dan nikmati keindahan alamnya...^_^ (***ranselkuro)